Saturday, March 10, 2018

LENGKAP TROUBLESHOOTING TV WARNA dan CARA MENGATASINYA

Memperbaiki TV hendaklah dilaksanakan dengan hati-hati dan teliti sebab dapat berdampak fatal. Televisi ialah pesawat elektronik yang memilki tegangan listrik tinggi. Disamping itu, dari semua kehancuran belum tentu diakibatkan oleh komponen yang rusak. Adakalanya rusak sebab solderan timah yang tidak cukup baik sampai-sampai kaki-kaki komponen tidak tersambung sempurna ke PCB. Gejala dan penyebab kehancuran TV bermacam-macam. Gejala yang timbul bisa berupa mati total, tidak terdapat suara atau gambar yang didapatkan jelek. Sementara itu, kehancuran TV bisa pula diakibatkan oleh komponen yang telah dimakan umur atau hubungan antar komponen yang tidak cukup sempurna
1. TIDAK ADA GAMBAR DAN SUARA
a) Mati Total
Ada sejumlah kerusakan yang dapat mengakibatkan pesawat TV tidak bisa bekerja sama sekali. Pada umumnya kehancuran semacam ini terjadi pada unsur catu daya (Power Supply) atau susunan defleksi horizontal

1) Apakah TV mati total dan lampu indicator padam?
Penyebab: bisa jadi besar kehancuran pada susunan catu daya
Pemecahan: cek jala-jala listrik, susunan regulator input hingga output
Perhatikan gambar skema susunan regulator berikut. Pada lazimnya catu daya TV memiliki output tegangan sebesar 115 V, 24 V dan 5 V, tergantung brand TV- nya. Ganti komponen yang bobrok dan perbaiki jalur susunan yang tidak cukup sempurna. Tanda panah menandakan komponen yang gampang rusak

2) Apakah tersiar suara derit getaran trafo switching ?
Penyebab: seringkali tegangan output tersumbat sebab ada komponen yang rusak. Pemecahan: Lepaskan beban dari output regulator dengan teknik melepas kaki basis transistor horizontal atau di antara kaki trafo horizontal dan ukur tegangan outputnya. Jika ouput regulator mengindikasikan tegangan yang cocok dengan tuntunan yang terdapat di PCB, cek seluruh jalur penyaluran tegangan dari output regulator dan seluruh susunan horizontal.

3) Apakah lampu indicator menyala namun gambar dan suara tidak muncul?
Penyebab: bisa jadi kerusakan pada susunan horizontal atau regulator. Tegangan yang didapatkan oleh regulator seringkali terhambat sebab dioda pembatas tegangan rusak. Tidak seluruh merek TV mempunyai dioda ini. Dioda yang digunakan seringkali mempunyai nomor seri R2M dan R2KY. Pemecahan: pada sejumlah TV seringkali ada 2 warna cahaya lampu indicator. Saat TV dikobarkan indicator merah, selang sejumlah detik pulang menjadi hijau atau mati dan tayangan TV bisa dinikmati. Apabila indicator tetap warnanya atau berubah tetapi melulu sekejap berarti terjadi proteksi. Periksa tegangan output dari regulator hingga ke beban. Jika tegangan ini tidak normal berarti susunan regulator terganggu atau terdapat komponen yang bobrok dan butuh diganti.


b) Tidak Ada Raster Tetapi Suara Baik
Penyebab: susunan penguat video, pembatas tegangan tinggi atau CRT rusak. Pemecahan: Apakah tegangan tinggi yang terhubung ke CRT normal ? Jika normal, cek tegangan tinggi katoda CRT. Jika tegangan yang diukur tidak ada, periksalah susunan tegangan tinggi. Apakah tegangan tinggi ke katoda CRT normal ? Jika normal, cek rangkaian penguat video. Apabila seluruh normal, cek rangkaian CRT. Kerusakan yang tidak jarang terjadi ialah filamennya putus sampai-sampai CRT tidak memancarkan cahaya.
Raster tidak menyala cerah meskipun posisi screen flyback pada maksimum.
Penyebab: Tegangan anoda CRT terlampau rendah dampak adanya kehancuran pada susunan tegangan tinggi, susunan defleksi horizontal atau susunan catu daya. Tegangan seluruh katoda CRT menjadi besar sebab gangguan pada penguat video. Pemecahan: Apakah tegangan regulator output normal ? Jika normal, cek tegangan katoda CRT. Jika tidak normal, cek tegangan output regulator. Apakah tegangan katoda CRT normal ? Jika normal, cek tegangan anoda CRT. Jika tidak normal, cek rangkaian tegangan tinggi.

c) Raster Satu Garis Horizontal
Penyebab:
Sumber gangguan tergantung pada osilator yang dipakai TV.
Pemecahan: Periksa susunan defleksi vertikal Periksa semua elektroda IC atau transistor dengan multitester.

d) Sinkronisasi Horizontal Jelek
Strip hitam tidak bisa hilang dari raster meskipun sinkronisasi sudah disetel.

Penyebab:
Kerusakan semacam ini jarang dijumpai pada TV keluaran baru. Jika hingga terjadi kerusakan, seringkali disebabkan oleh komponen yang telah termakan umur.
Pemecahan:
Periksa susunan osilator horizontal. Kemungkinan terdapat elko yang telah kering. Biasanya diperlihatkan oleh punggung elko yang tampak kusam atau pecah.

e) Sebagian Gambar Tergeser Horizontal
Sinyal video yang didapatkan tercampur dengan input sinyal sinkronisasi pada susunan AFC. Pemecahan:
Periksa elko yang kering atau dioda yang bocor pada bagian susunan sinkronisasi, susunan buffer video dan AGC.

f) Sinkronisasi Vertikal Jelek
Penyebab:
Kerusakan terletak pada susunan integrator atau pada susunan osilator vertical. Kerusakan semacam ini seringkali sering terjadi pada TV keluaran lama. Pemecahan:
Periksa susunan osilator vertical. Mungkin pengatur vertical TV keluaran lama telah aus, sementara pada TV baru kehancuran terjadi dampak kapasitor keramik bocor.

g) Sinkronisasi Vertical dan Horizontal Jelek
Penyebab: Kebanyakan kehancuran terjadi pada pemisah sinyal sinkronisasi dan pada susunan penguat sinyal sinkronisasi, atau kadang-kadang terjadi pada susunan AGC dan susunan penghapus noise (noise canceler). Pemecahan: Apakah sinkronisasi vertical dan horizontal lemah? Jika ya, cek rangkaian pemisah sinyal sinkrosasi. Jika susunan pemisah sinyal sinkronisasi normal, cek bagian penguat sinyal sinkronisasi. Jika unsur penguat sinyal sinkronisasi normal, cek rangkaian AGC dan susunan penghapus noise.

2. Cacat (Distorsi) Pola Raster

Penyebab:
Kerusakan laksana ini jarang sekali terjadi pada TV keluaran baru. Tegangan output horizontal lebih rendah sehingga susunan arus gigi gergaji pada kumparan defleksi horizontal (yoke) meningkat lemah. Pemecahan: Periksa tegangan output catu daya. Jika tegangan outputnya lebih rendah, cek komponen-komponennya. Periksa susunan defleksi horizontal khususnya transistor yang terdapat di dalamnya. Periksa situasi yoke, andai rusak atau terbakar me sti diganti

b) Pelebaran Horizontal
Penyebab:
Kerusakan semacam ini diakibatkan oleh Vr yang rusak. Pemecahan: Periksa komponen-komponennya. Jika tegangan catu daya normal, cek tegangan anoda CRT Jika tegangan anoda CRT terlampau rendah, cek rangkaian Ubah nilai VR, andai tidak ada evolusi ganti VR tersebut. Periksa tegangan output catu daya. Jika tegangan outputnya lebih banyak penguat tegangan tinggi.

c) Pemendekan Tinggi Gambar
Penyebab: Amplitudo gelombang gigi gergaji dalam kumparan defleksi vertical terlampau kecil sampai-sampai output susunan defleksi vertikalnya tidak cukup. Pemecahan: Periksa V SIZE dan V LIN. Pada TV digital, penataan dapat dilaksanakan dengan teknik mengatur remote control pada menu adjusment. Jika tidak terdapat perubahan cek R dan Tr pada susunan defleksi vertical. Panah merah ialah R dan Tr didalam susunan defleksi vertical yang rusak.

d) Penyusutan Bagian Atas Atau Bawah
Penyebab:
Disebabkan oleh nilai Vr yang tidak cocok atau kondensator elektrolit yang kering.
Pemecahan: Setel VR, andai tidak ada evolusi berarti VR rusak. Periksa elko apakah masih baik atau telah kering
e) Gambar Vertical Memanjang
Penyebab:
Arus gigi gergaji pada kumparan defleksi vertical terlampau rendah. Pemecahan:
Atur VR, andai tidak terdapat perubahan barangkali elko nya telah kering.

f) Gambar Jelek
1) Noise Salju Pada Gambar
Penyebab: Intensitas medan pada lokasi penerimaan sinyal frekuensi rendah. Sistem antenna TV bobrok Rangkaian penguat frekuensi tinggi bobrok Pemecahan: Putar arah antenna sampai diperoleh gambar bagus. Perbaiki jalur antenna kabel Periksa solderan pada blok tuner dan AGC

2) Kontras Gambar Rendah
Penyebab:
Kerusakan terletak antara susunan mixer sampai penguat video.
Pemecahan:
Periksa terdapat resistor yang nilainya telah membesar atau short.

3) Muncul Garis Miring
Penyebab:
Biasanya gangguan dari pemancar radio. Pemecahan:
Jauhkan antenna dan TV dari sumber frekuensi gangguan.

4) Noise Bintik Putih
Penyebab:
Gangguan dari busi motor, mobil atau kawat penyaluran listrik tegangan tinggi. Pemecahan: Jauhkan antenna dan TV dari kabel listrik tegangan tinggi. Gunakan kabel koaksial guna antenna TV

5) Garis Horizontal Hitam
Penyebab:
Biasanya diakibatkan oleh perangkat yang memakai motor kecil. Pemecahan:
Jauhkan pesawat TV dari sumber noise.

6) Terdapat Bayangan Dari Kanal Lain
Penyebab:
Terjadi modulasi silang oleh kanal yang memilki daya pancar besar. Pemecahan: Aturlah letak elevasi antenna TV Aturlah nilai Vr pada susunan AGC
 
7) Gangguan Warna
Gambar TV terlihat biru, merah, kuning, cyan atau hijau
Penyebab:
Biasanya kehancuran terjadi sebab gangguan pada susunan RGB atau CRT. Pemecahan: Periksa susunan matriks RGB, seringkali ada nilai resistor yang membesar atau solderan telah jelek. Jika tidak terdapat komponen yang bobrok atur VR RGB Jika tetap tidak menemukan hasil, periksalah CRT

8) Gangguan Suara
Tidak Ada Suara/Suara Lemah
Penyebab:
Terjadi kehancuran pada susunan audio dan speaker.
Pemecahan:
Sentuh input susunan penguat audio dengan jari tangan. Jika tersiar desis di speaker, cek bagian IF audio. Jika tidak, cek bagian susunan penguat audio atau cek speaker.

a. Rangkuman

TABEL DUGAAN KERUSAKAN
GEJALA KERUSAKAN DUGAAN KERUSAKAN
Tidak terdapat suara dan tidak terdapat raster
Tidak terdapat gambar maupun suara Gambar baik namun tidak terdapat suara Sinkronisasi lemah (tipis) Tidak terdapat raster Gambar monokromatis Tidak terdapat warna Sinkronisasi warna lemah Tidak terdapat warna merah, hijau ataupun biru.
Pergeseran warna Catu Daya, Defleksi Horisontal.
Penguat Video, IF Video dan HF
IF Audio, Detektor Video dan Penguat Audio.
Sinkronisasi, AGC, AFC dan Osilator
Defleksi Horizontal, Tegangan Tinggi, Tabung Gambar, Fokus dan Penguat Video.
Pembangkit Sinyal Kroma dan Tabung Gambar.
Penguat Band Pass, ACC, Pemati Warna, Osilator 4,43 MHz dan Gerbang Burst.
Osilator 4,43 MHz, Gerbang Burst dan Detektor Fasa.
Demodulasi Warna

Rangkaian RGB dan Rangkaian Konvergen.

Berikut ialah tehnik dasar bagaimana teknik menganalisa kehancuran pada pesawat televisi :
-jenis-jenis kehancuran dan teknik mengetahui kehancuran :
1. mati total.
- andai pesawat televisi tiba-tiba mati, kesatu kali yang me sti dilakukan ialah :
a. buka smua skrup yang ada.
b. lihat apakah fuse/sekering putus,bila putus jajaki ganti dengan ukuran ampere yang sama trus nyalain. andai fuse putus lagi berarti wilayah power suply yang rusak.
cara mengatasinya :
- Coba ukur elco yang sangat besar.ukurannya seringkali 100uf/400v.ukur bolak-balik pake avometer skala 10 ohm.jika dua-duanya nyambung bisa jadi diode atau transistornya rusak.
- Coba test/ukur dioda yg ada di sekitar saklar on/off,ada 4 buah.pake avometer di skala 10 ohm.ukur bolak-balik.jika nyambung dua-duanya berarti rusak.ganti dgn ukuran yang sama.
- Coba ukur transistor yang besar,berkaki tiga.ukur kaki nomor 2 dan 3 bolak-balik pake avometer skala 10 ohm.jika dua-duanya nyambung berarti rusak.ganti dengan nomor yang sama.
- andai elco besar diukur telah tidak nyambung berarti suply udah bagus.coba nyalain lagi
- kalo masih ndak inginkan nyala jajaki ukur transistor horizontal yang terdapat deket plyback.caranya sama dgn diatas.jika bobrok ganti dgn nomor yg sama.trus jajaki nyalain lagi.insyaallh tv dah dapat nyala.


kerusakan pada tuner tv.
Cara nya ialah sebagai inilah : coba simaklah pesawat TV kamu ,apakah masih terdapat sedikit drainase yang masih tampak atau tidak dengan teknik berpindah-pindah saluran,terus kerjakan langkah sebagai berikut :
Anda masuk ke MENU kemudian ke modus cari (TUNING) manual / semi auto dan bukan fine tuning.coba kamu search ( cari program ) dan amati apakah ada drainase atau siaran yang bisa terkunci??Bila tidak , dan siaran tampak terus lewat tanpa berhenti terkunci, maka kehancuran ada di komponen trafo IF ( 6019, 498U, Eo8L, 9074 dll).Tapi bila siaran berhenti atau terkunci dengan baik maka bisa jadi besar atau dapat dipastikan TUNER rusak.
Tapi bilamana setelah peralihan IF telah benar ,dan siaran TV telah terisi penuh,matikan TV paling tidak 1jam.Setel kembali, simaklah apakah siaran tidak berubah dan tetap bagus laksana pada ketika prose searching ,maka berlalu .Dan bila ada sedikit evolusi warna atau suara ,berarti tuner mengalami kehancuran dalam urusan ini di sebut terjadi pergeseran.Ganti segera tuner.
Komponen Tuner tidak berlangsung sendiri.Pastikan supply tegangan guna tuner ialah normal .Baik guna VCC-nya (5V/9V/12V) terdapat dan tegangan 33V guna tuning terdapat dan stabil,serta tegangan AGCnya normal selama 50-75% dari tegangan catu.
Masalah pada komponen IF mengakibatkan TV tidak bisa mengunci, masalah pada tegangan 33V mengakibatkan pergeseran siaran atau tidak terdapat sama sekali andai 33Voltnya tidak ada.
Masalah pada IC program pun dapat menyebabkan tuner tidak bekerja sebab setelan besaran tuning terdapat pada IC program.
Rusak unsur vertikal paling sering terjadi
Berikut tahapan yang me sti dilaksanakan untuk mempercepat proses perbaikan
Langkah kesatu kali periksa tegangan 24 volt dari flyback selanjutnya kontrol output ic TDA3653 selama 10-12 volt.Jika tidak normal ganti saja icnya tentu rusak.
jika teg normal dapat dijamin ic normal
Selanjutnya cek osilator seringkali ada di ic TDA8361 (saya pernah menjumpai ic ini rusak).
Jika sampai tahapan ini gambar masih garis cek teg vramp di ic TDA8361 .
Belum lama ini aku bisa kerjaan televisi digitec shuuga DS1462W kepunyaan mertua dengan situasi gambar menyempit di tengah .
Dugaan saya langsung menuju bagian vertikal tv ..Aku periksa tegangan di ic vertikal dan ternyata seluruh tegangan normal
terkecuali tegangan output vertikal yang menuju defleksi yoke.Karena tv digitec shuuga memakai ic vertikal TDA3653
dan ic chroma TDA8361 Dugaan saya menuju bagian v ramp ic TDA8361 yang memang tidak jarang bermasalah pada unsur vertikalnya..
Akhirnya ketemu pun komponen yang bermasalah itu yakni resistor R402 dengan nilai 330kohm yang menyuplai tegangan dari
tegangan 33volt..Begitu resistor aku ganti tv juga aku nyalakan dan normal kembali......


Jika TV melulu ada garis tengah saja :
- Kemungkinan kehancuran berada pada wilayah vertical atau osilator.
- Ic vertical seringkali menempel pada pendingin (aluminium),jumlah kaki ic seringkali 7 atau 8 pin.untuk tv cina seringkali pake 7840 atau 78040.
- Ic osilator seringkali yang sangat besar, jumlah kaki antara 64 - 84, guna tv cina tidak jarang a pake TA76810 atau TA76818.
- Coba solder ulang, seringkali suka kendor karna kena panas.
- Jika masih sama jajaki ukur arus yang masuk ke ic vertical pake avometer. Tegangan me sti terdapat 24 volt.jika tidak cukup dari itu dapat jadi ic nya rusak.ganti aja
- Jika ndak terdapat tegangan sama sekali priksa sumber tegangannya,mungkin resistor atau diodanya rusak.
- Ukur tegangan yang terdapat di yoke (konde) yang terdapat dibelakang layar, kaki yang depan, tegangan me sti 12 volt. andai lebih dari tersebut ic vertical rusak, ganti aja.
- Ganti pun elco yang berada disekitar ic vertical, seringkali 470 uf/35v, 220uf/35v, 100uf/35v.
- Jika semua tahapan diatas sudah dilaksanakan tapi tetap aja gak terdapat gambar berarti ic osilatornya,ganti aja.
- Insyaallah andai semua sudah dilaksanakan dengan benar.maka gambarnya bias normal.


Satu patokan bahwa pesawat TV berada pada kedudukan “protek ” ialah jika tv inginkan menyala(sebentar) dan pulang ke posisi standby.( sistem “membaca” dulu semua suasana blok secara fungsional dan mendeteksi parameter setiap blok untuk diserupakan dgn standard yg dipenuhi didalam IC memory).Karena bila baru dikobarkan tv melulu diam di posisi standby,mungkin diakibatkan rangkaian regulator yang tidak normal atau pun tegangan guna horisontalnya tidak terdapat ( sebab TR HOR. short).
Ciri-cirinya ialah sebagai berikut:
Nyala led berwarna merah (standby) terus pulang menjadi hijau (start) dan pulang ke posisi merah,sistem gagal guna start ( protek )
Nyala led merah dan lantas berkedip,ada kehancuran blok ( vertikal/audio/horisontal) maka sistem bakal mem-protek.
Nyala led berubah warna (kuning) EEprom atau IC memory error atau corrupt ( kehilangan data).ganti atau dapat di setting ulang.
Nyala led merah saja, dapat juga sebab protek dan ini diakibatkan macetnya perintah ‘on’ di IC memory.keadaan ini dapat di atasi dengan me-reset IC memory ( reset menu code).
Salah satu teknik kita bisa men-skip (melewat posisi protek ) merupakan :
Pastikan seluruh tegangan dari power supply normal,baik guna horisontal (115V) IC program (5) audio,vertikal(jika dari regulator) ,IC HOR.oscillator dan tegangan guna trafo driver horisontal.
Karena penuh utama supaya tv bisa menyala ialah :tegangan B+,tegangan ke IC osilator horisontal ( 5v-8v),tegangan guna IC program dan memory,serta tegangan guna driver horisontal.Sinyal dari oscillator horisontal ialah jantung utama guna menggerakan faedah Flyback dan ini me sti ada.
Pastikan seluruh tegangan ini ada,jika tidak kamu harus memberinya secara manual ( external )
Cara lain supaya kita bisa “melihat” sumber penyebab protek merupakan :
Memberi tegangan external pada Filament atau Heater CRT dengan memakai trafo !ampere sebesar 6 Volt.Dengan maksud supaya kondisi crt telah panas (ready) saat tv baru dikobarkan kesatu kali.Putuskan dulu jalur tegangan pribumi heater dari flyback. Sehingga tampilan di layar CRT dapat anda lihat meski melulu sesaat.
Nyalakan dulu trafo nya sebentar guna memanaskan filament,terus nyalakan tv dan segera kamu lihat situasi tampilan di layar, apakah melulu garis vertikal ,apakah melulu blank atau terdapat gambar tanpa sinkronisasi dan beda sebagainya.


TV POLYTRON pun kadang memiliki masalah di sistem kenangan internalnya ( pada ic program seri STVxxxx).
Gejalanya ialah pada ketika di nyalakan ,beberapa detik inginkan menyala selama 10-15 detik.Timbul suara sebentar ,setelahnya protek/standby.
Ini di sebabkan tidak banyak error pada data memory yg ada di dalam IC program.
Untuk menanggulangi hal laksana ini , kamu cukup mengerjakan trik yg bakal saya berikan inilah ini:
Nyalakan pesawat TV laksana biasanya, dan tunggu posisi tv dalam suasana protek/standby,gunakan remote orsinilnya ,tekan tombol menu pada remote dan tahan selama 3 - 5 detik sampai tv menyala secara otomatis.
Biasanya Tv langsung normal kembali,karena data dalam memory sudah di reset ulang secara otomatis ke suasana PP ( pactory preset ).
Kenapa dapat terjadi begitu? sebab bila pada posisi TV standby.tombol power memberi sinyal perintah hidupkan ( ON ) pada IC program.Kalau pada posisi standby, tombol menu yg ditekan terus dalam sekian detik akan menyerahkan input RESET data memory ( flash).Dan andai kondisi memory normal,maka dalam hitungan ‘timing’ tertentu perintah itu akan ditafsirkan sebagai sinyal masuk ke posisi MENU SERVICE.Dan sistem secara otomatis bakal meminta passcode guna masuk kedalam sub menu service.
Kode passcode nya ialah 1013 guna setelan dasar ( fitur) dan 1014 untuk menata parameter -parameter utama ( H-frek, V-amp, AGC, AFC dll)
Dan bila kamu mendapat problem laksana yg saya utarakan di atas,cara tersebut ialah yg paling gampang untuk mengatasinya.Tapi sebelumnya pastikan dahulu bahwa seluruh titik solder dalam mesin TV tidak bermasalah, terdapat baiknya kamu teliti dulu seluruh titik solder sebelumnya.
Karena apa? karena sistem proteksi pun akan membaca suasana rangkaian sebelum tegangan-tegangan normalnya bakal diaktifkan.jika terdapat masalah di titik solder ( seringkali ada pada titik kaki IC vertikal ,kaki FBT, regulator) sistem akan terbendung ke posisi protek.

Kerusakan TV pada unsur Power Suply :

Beberapa macam kehancuran yang ditemukan pada televisi:
a)Mati total
jengkel ga' sich ketika asyik2nya nonton acara kesayangan tiba2 tv anda mati total.Untung pernah belajar elektronik jadi dapat memperbaiki sendiri. sebagai berikut saya sampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk membetulkan televisi:
###warning"risk of electric shock"please be careful;###"Hati hati terhadap kejutan listrik(kesetrum).Utamakan keselamatan diri. This is firt step:
a)sebelum membetulkan kelangkah yang lebih jauh kesatu -tama kita mengerjakan pengecekan unsur yang paling gampang dijangkau.Cek AC CORD(cok AC/stop kontak)lihat situasi AC CORDnya apakah masih bagus atau telah hangus terbakar.
b)periksa kabel AC CORD&Kabel stopkontaknya.Apakah masih baik kondisinya ato putus.Jika putus,gnti dengan yang baru atau sambung.
c)setelah tahapan diatas dilaksanakan dan dijamin semua situasi part (bagian)diatas baik maka inginkan tidak mau anda harus merombak unitnya.Pastikan AC CORD telah tercabut dari jala2 listrik PLN.Bongkar tutup belakang unitnya yang terdiri
dari 6-9 baut(tergantung jenis&merk tv)menggunakan obeng plus(+).
d).Setelah tutup belakang(back cover) tersingkap kita mengerjakan pengecekan jasmani komponen2nya.Terutama pada unsur SMPS(Switching Module Power Supply)(mohon dikoreksi) pada unsur primernya dekat trafo.Yang seringkali terdiri dari fuse,mosfet.
Dioda,elcho,resistor,kapasitor,induktor(coil).Periksa fisiknya apakah terdapat yang terbakar,putus,gosong,dsb.
e)Lepas komponen yang fisiknya bobrok dengan memakai solder,dan desolder(atraktor).Sebelum komponen yang dilepas bakal diganti dan Jika jasmani komponen tidak terdapat yang mencurigakan kerjakan langkah yang selanjutnya.
f)Lepas&Cek komponen mosfet pada unsur primer (komponen yang diberi pendingin) dengan memakai MULTIMETER(AVO METER).Apakah short?Jika iya persiapkan pengganti yang baru.Sebelum komponen baru penggantinya dipasang tahapan selanjutnya
g)cek seluruh komponen di samping mosfet antara beda resistor,dioda,capasitor,elcho,transistor maupun fixed coil.
h)ganti seluruh komponen yang rusak
i)pasang seluruh kompenen yang baru kecuali mosfet,cek dan teliti solderan dan penempatan komponen penggantinya.
j)cek dioda2 pada unsur sekundernya khususnya pada unsur tegangan 115v(B+).
k)jika situasi dioda2nya masih baik tahapan berikutnya memeriksa tegangan gate start mosfet test point(tp)gate seringkali terletak pada lubang guna kaki komponen mosfet yang pinggir Dan Yang bukan bisa ground.
Tegangan normal gate 5V dc.Tidak boleh lebih ataupun 0V.Pengecekan tegangan gate me sti hati2 disebabkan tegangan pada elco filter sesudah dioda bridgenya besar meskipun tegangan dc dan ini lebih riskan daripada tegangan ac.
Jika tegangan pd gate mosfet yang diukur tidak sebesar 5v baik terlampau lebih ataupun sebesar < 2v .cek dioda2nya.transistor2nya setelah dijamin tegangan gate start mosfet normal barulah anda memasang mosfet yang baru
m)langkah berikutnya memeriksa pemasangan komponen barunya apakah sudah cocok dengan komponen yang lama,solderan2nya apakah terdapat yang short atau tidak.
n)Setelah komponen terpasang semua.Saatnya kita mengupayakan hasil kegiatan kita.Letakan probe merah multimeter ke tegangan B+ dan probe hitam keground.Range multi diatas 150v.ALANGKAH BAIK DAN AMANNYA RESISTOR PENGHUBUNG
TEGANGAN B+ DENGAN RANGKAIAN HORIZONTAL DILEPAS TERLEBIH DAHULU ini bertujuan supaya saat tegangan B+ terlampau besar susunan horizontalnya tidak rusak.Hubungkan AC CORD kejala2 PLN sebentar saja,lihat penunjukan multimeternya
apakah tegangannya telah tepat 115v.Jika telah tepat tegangan B+ dan tegangan2 yang lainnya.
o)Pasang resistor yang td dilepas dan andai tidak ada kehancuran pada komponen yang beda maka jreeeeng tv anda nyala kembali
p)langkah berikutnya tidak boleh lupa rapikan pulang kabel2nya terus pasang pulang back covernya dan televisi yang sudah kita perbaiki siap disaksikan kembali.

PROSEDUR PENCARIAN KERUSAKAN
Langkah-langkah efisiensi yang dibutuhkan dalam formalitas reparasi ialah sebagai berikut.
  1. Keadaan Gangguan Diketahui Ketika menerima TV yang inginkan diservis, dengar/tanyakan kehancuran dari konsumen guna mempermudah memudahkan pemeriksaan.
  2. Perkiraan Blok Yang Rusak Pesawat TV dihidupkan, atur tombol pengatur suara, kontras, brightness dan warna. Lihat gejala-gejala yang nampak pada layar TV guna menduga-duga unsur mana yang rusak. Buatlah estimasi blok yang bobrok sesuai table kerusakan.
  3. Membagi Sebuah Blok Yang Rusak Meskipun susunan yang memunculkan kecurigaan telah bisa ditentukan, tetapi wilayah yang dicek sangat luas. Maka dari itu, unsur yang bobrok lebih tepat guna untuk bisa ditemukan bila wilayah yang dicek makin terbatas.
  4. Menemukan Bagian Yang Rusak Setelah membuat wilayah yang dicurigai semakin sempit, ukur tegangan dan resistansi dengan memakai Multitester.                        

0 komentar:

Post a Comment